Analisis Determinan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Wilayah Kerja Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.57214/jka.v10i1.1081Keywords:
ANC Visits, Anemia, Iron Tablet Compliance, Pregnant Women, Risk FactorsAbstract
Globally, anemia among pregnant women remains a major public health problem, with a prevalence of 41.8% in 2024 according to WHO data. In Indonesia, the incidence of anemia in pregnancy continues to increase, affecting both maternal and fetal health. Therefore, further analysis of the determinants influencing anemia among pregnant women is necessary. This study aimed to analyze risk factors associated with anemia and identify the dominant factor among pregnant women in the Working Area of Ogan Komering Ilir Regency in 2025. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach, involving 110 pregnant women attending Muara Burnai, Kutaraya, and Rantau Durian Community Health Centers from July to August 2025, using Accidental Sampling technique. The results showed that most respondents were aged 20 years, had higher education, poor knowledge, income below the regional minimum wage, low family support, poor compliance with iron tablet consumption, and suboptimal ANC visit achievement. Significant associations were found between age, education, knowledge, family support, pregnancy interval, iron tablet adherence, and ANC visit achievement with anemia incidence, while occupation, income, and healthcare workers’ roles were not significantly related. The most dominant factor influencing anemia was ANC visit achievement. Improving ANC compliance and nutrition education should be prioritized to reduce the incidence of anemia among pregnant women.
References
Abani, T. R. K., Paulus, Y. A., & Djogo, H. M. A. (2021). Factors related to behavior of exclusive breastfeeding for infants aged 6-24 months in Puskesmas Camplong Kupang. CHMK Midwifery Scientific Journal, 4(1).
Agusman, H., Dayani, D. N., & Sunartik. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning X Tahun 2023. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 5(2).
Dewi, D. (2020). Hubungan pola makan dan status sosial ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil: A systematic review. Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur, 3(1).
Dinas Kesehatan Kabupaten OKI. (2024). Profil Dinas Kesehatan Kabupaten OKI. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2024). Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Herviana, A., Anggraini, C. D., & Siska, P. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan gizi mahasiswa jurusan ilmu gizi di Kepulauan Riau. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 2(3). https://doi.org/10.55606/jikki.v2i3.882
Isnaini, N., Mariza, A., & Putri, M. A. (2022). Pentingnya gizi pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 87–93. https://doi.org/10.33024/jpm.v4i1.6823
Jannah, M. (2018). Hubungan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini. Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Jember, 6(2).
Kementerian Kesehatan RI. (2024a). Pedoman pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil pada masa pandemi Covid-19. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2024b). Survei Kesehatan Indonesia (SKI).
Lasepha, A., Wathan, F. M., Sari, I., & Hamid, S. A. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rantau Durian Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2024. Indonesian Journal of Health Science, 5(3), 607–617. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i3.1478
Nardina, E. A., Dewi, R. K., & Wijayanti, E. (2025). Analisis dokumentasi kunjungan masa nifas berdasarkan data EMR di Puskesmas Nalumsari I. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 3, 45–53.
Novianto, D., Koerniawan, M. D., Munawir, M., & Sekartaji, D. (2022). Impact of lifestyle changes on home energy consumption during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 8(1). https://doi.org/10.55606/termometer.v3i3.5390
Pitriani, T., Nurvinanda, R., & Lestari, I. P. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(November), 1597–1608. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i2.1493
Pratiwi, V. A. (2022). Hubungan pengetahuan dan sikap mengenai anemia dengan asupan zat besi remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Universitas Binawan, 12(3).
Puspitasari, D., Maelani, D., Ambarketawang, B., Sleman, G., Ambarketawang, B., & Sleman, G. (2018). Dukungan suami pada ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe di wilayah kerja Puskesmas Godean II Sleman Yogyakarta. Media Ilmu Kesehatan, 7(2), 156–160. https://doi.org/10.30989/mik.v7i2.287
Setiawati, L., Aryanti, S., & Anggraini, S. (2021). [Manuju: Malahayati Nursing Journal], 3(1). https://doi.org/10.33024/manuju.v3i1.3081
Utami, N. P., & Muhlisin, A. (2026). Pengaruh edukasi kesehatan dengan media video kelompok Germas Desa Catur. Jurnal Ners, 10, 1506–1511. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.53416
Wahyuni, S. (2021). Hubungan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Bidan, 2(3). https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.1175
Wibowo, J., & Ratna. (2021). Anemia pada ibu hamil dan faktor yang mempengaruhinya. NEM, 11(2).
World Health Organization (WHO). (2024). WHO Global Anaemia Estimates.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Amanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





