Determinan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Masyarakat Pedesaan Kabupaten Batu Bara
DOI:
https://doi.org/10.57214/jka.v10i1.1016Keywords:
Attitude, Community support, Infrastructure, Knowledge, PHBSAbstract
The implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Hamlet II, Kuala Tanjung Village, is still relatively low, where 62% of the community has not implemented PHBS properly, which has the potential to increase the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the factors that affect the implementation of PHBS in the region. This type of research is quantitative with a cross sectional study design that will be carried out from October 2024 to August 2025. The research sample amounted to 84 respondents which were determined through random sampling techniques. Data analysis used logistic regression. Multivariate analysis showed that the variable of infrastructure facilities was the most dominant factor influencing the implementation of PHBS in Kuala Tanjung Dusun II Village. In conclusion, the implementation of PHBS is influenced by factors of knowledge, attitudes, infrastructure, and social support of the community. It is recommended that the village government and health workers improve the availability and quality of infrastructure facilities such as handwashing stations and healthy latrines, especially in areas that still lack basic facilities, in order to support clean and healthy living behaviors in a sustainable manner.
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara. (2024). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Medan: Dinkes Sumut.
Fitria, N., & Ernawati, E. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–53.
Fitriyani, S., Prasetyo, Y., & Sari, D. (2020). Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 123–129.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2011). Health promotion planning: An educational and environmental approach (4th ed.). Mayfield, Mountain View, CA.
Herlina, S., & Fitriani, R. (2021). Hubungan ketersediaan sarana sanitasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 45–53. https://doi.org/10.31227/osf.io/7vn4d
Hermawati, Y., & Fauziah, I. (2022). Efektivitas metode penyuluhan kesehatan terhadap perubahan sikap PHBS. Jurnal Promkes, 7(1), 21–28.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Nasional Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan.
Kurniawan, A., & Astuti, Y. (2021). Hubungan antara sikap dengan perilaku PHBS di rumah tangga. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(3), 201–208.
Maulida, D., Yuliana, Y., & Ramadhani, L. (2020). Analisis sikap masyarakat terhadap pelaksanaan PHBS di Kota Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 154–160.
Mubarak, W. I. (2007). Promosi kesehatan: Sebuah pengantar proses belajar mengajar dalam pendidikan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Purwanti, T., Saputri, D., & Oktaviani, L. (2022). Lingkungan fisik dan perilaku PHBS masyarakat perkotaan di Sumatera Barat. Jurnal Promkes, 10(2), 112–120. https://doi.org/10.14710/promkes.v10i2.28465
Putra, R., dkk. (2022). Faktor yang berhubungan dengan PHBS di Gampong Mulia Banda Aceh. Jurnal Medika Malahayati, 7(4), 1143–1150.
Rahayu, S. (2023). Hubungan antara pengetahuan dengan penerapan PHBS di rumah tangga wilayah kerja Puskesmas Sumber. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 45–52.
Rosenstock, I. M. (1974). The health belief model and preventive health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 354–386. https://doi.org/10.1177/109019817400200405
Sutrisna, A., Dewi, N. K., & Maulana, A. (2023). Peran tokoh masyarakat dalam mendukung PHBS di wilayah dengan keterbatasan fasilitas. Jurnal Komunitas Sehat, 5(1), 33–40. https://doi.org/10.20527/jks.v5i1.2189
World Health Organization. (2018). Sanitation and health: Key facts. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Global progress report on water, sanitation, and hygiene. Geneva: WHO.
Yuliani, R. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 60–68.Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Dinas Kesehatan Sumatera Utara. (2024). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Medan: Dinas Kesehatan Sumut.
Fitria, N., & Ernawati, E. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–53.
Fitriyani, S., Prasetyo, Y., & Sari, D. (2020). Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 123–129.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2011). Health promotion planning: An educational and environmental approach (4th ed.). Mayfield Publishing.
Herlina, S., & Fitriani, R. (2021). Hubungan ketersediaan sarana sanitasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 45–53. https://doi.org/10.31227/osf.io/7vn4d
Hermawati, Y., & Fauziah, I. (2022). Efektivitas metode penyuluhan kesehatan terhadap perubahan sikap PHBS. Jurnal Promkes, 7(1), 21–28.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan nasional perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan, Kemenkes RI.
Kurniawan, A., & Astuti, Y. (2021). Hubungan antara sikap dengan perilaku PHBS di rumah tangga. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(3), 201–208.
Maulida, D., Yuliana, Y., & Ramadhani, L. (2020). Analisis sikap masyarakat terhadap pelaksanaan PHBS di Kota Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 154–160.
Mubarak, W. I. (2007). Promosi kesehatan: Sebuah pengantar proses belajar mengajar dalam pendidikan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Purwanti, T., Saputri, D., & Oktaviani, L. (2022). Lingkungan fisik dan perilaku PHBS masyarakat perkotaan di Sumatera Barat. Jurnal Promkes, 10(2), 112–120. https://doi.org/10.14710/promkes.v10i2.28465
Putra, R., Yuliani, A., & Rahmawati, D. (2022). Faktor yang berhubungan dengan PHBS di Gampong Mulia Banda Aceh. Jurnal Medika Malahayati, 7(4), 1143–1150.
Rahayu, S. (2023). Hubungan antara pengetahuan dengan penerapan PHBS di rumah tangga wilayah kerja Puskesmas Sumber. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 45–52.
Rosenstock, I. M. (1974). The health belief model and preventive health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 354–386. https://doi.org/10.1177/109019817400200405
Sutrisna, A., Dewi, N. K., & Maulana, A. (2023). Peran tokoh masyarakat dalam mendukung PHBS di wilayah dengan keterbatasan fasilitas. Jurnal Komunitas Sehat, 5(1), 33–40. https://doi.org/10.20527/jks.v5i1.2189
World Health Organization. (2018). Sanitation and health: Key facts. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Global progress report on water, sanitation, and hygiene. Geneva: World Health Organization.
Yuliani, R. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 60–68. https://doi.org/10.55313/ojs.v8i2.77
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Amanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





